Penyebab Radang Usus Buntu dan Faktor Risikonya

Menilik lagi, ternyata ada cukup banyak, lho, penyebab radang usus buntu. Termasuk dari makanan yang kita konsumsi setiap harinya.

Sering mengonsumsi makanan rendah serat dikatakan dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena peradangan pada usus buntu. Sementara untuk kebiasaan memakan makanan pedas (cabai) maupun jambu klutuk belum ada penelitian ilmiah yang dilakukan untuk hal tersebut.

Penyebab Radang Usus Buntu

Nah, ketika kita tahu kondisi yang menjadi faktor risiko dan pemicunya, kita bisa lebih mudah dalam melakukan pencegahan. Karena, kita tahu secara pasti apa yang harus dihindari.

Selain karena faktor makanan tertentu, masih ada kondisi lain yang ternyata juga dapat meningkatkan risiko untuk terkena penyakit radang usus buntu ini.

Apa saja? Berikut informasinya untuk Anda yang telah kami rangkum dari beberapa sumber kesehatan. Ikuti sampai akhir, ya.

Penyebab Radang Usus Buntu

Meskipun penyebab secara pastinya belum diketahui, tapi ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami radang usus buntu, suatu penyakit yang cukup berbahaya.

Dikatakan berbahaya karena, peradangan yang terjadi pada usus bisa semakin memburuk dan memicu pecahnya usus buntu atau apendik tersebut.

Nah, ketika usus buntu pecah, komplikasi yang lebih serius, bahkan sampai dengan kematian bisa terjadi. Maka dari itu, ketika pencegahan dapat dilakukan, kenapa nggak.

Di bawah ini adalah beberapa kondisi yang diketahui dapat menjadi pemicu atau penyebab radang usus buntu. Diantaranya:

  • Penyumbatan yang terjadi pada saluran usus buntu karena feses maupun benda asing, termasuk ‘batu apendik’
  • Pembesaran jaringan limpa pada dinding usus buntu
  • Infeksi virus dan bakteri, baik E.coli, Adenovirus, Salmonella, maupun bakteri Shigella
  • Infeksi jamur mucormycosis
  • Terdapat cacing dan parasit pada perut. Cacing yang berkembang biak di usus dapat masuk ke usus buntu
  • Kurang menjaga kebersihan makanan, tubuh, dan lingkungan

Beberapa penyakit tertentu seperti gastroenteritis, CROHN, campak, mononukleosis, dan amebiasis yang terkait dengan Lymphoid hyperplasia juga dapat memicu penyakit radang usus buntu.

Selain kondisi di atas, faktor genetik atau adanya riwayat penyakit usus buntu pada keluarga juga dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena penyakit ini.

Tips agar terhindar dari penyakit usus buntu

Untuk menekan risiko terkena radang usus buntu, Anda disarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti:

  1. Memperbanyak konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, termasuk buah dan sayur yang mengandung serat
  2. Hindari makanan yang susah dicerna usus seperti aneka gorengan, makanan cepat saji, daging olahan, dan lainnya
  3. Tetap olahraga dengan rutin
  4. Istirahat dengan cukup
  5. Penuhi kebutuhan tubuh akan air, lebih disarankan konsumsi air putih
  6. Lebih memperhatikan kebersihan makanan yang akan Anda konsumsi

Nah, demikianlah informasi mengenai penyebab radang usus buntu, faktor risikonya, dan juga tips untuk mencegahnya. Semoga bermanfaat, ya 🙂

Salam Sehat

 

Referensi:
Everyday Health – Digestive Health / Appendicitis, Oktober 2018
Mayo Clinic – Diseases & Conditions / Appendicitis, Oktober 2018


REKOMENDASI PENGOBATAN

SOLUSI AMPUH ATASI USUS BUNTU SAMPAI SEMBUH TANPA OPERASI, TANPA EFEK SAMPING!! ( 3 kali lebih cepat )
QNC JELLY GAMAT

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*